Sumber Informasi Wisata Indonesia

Selamat Datang di Piknikyu.com Sumber Informasi Wisata Indonesia dan Panduan Lengkap Pariwisata

Home / PiknikNews!! / Mengenal dan Antisipasi Jenis Bencana Alam Letusan Gunung Api

Mengenal dan Antisipasi Jenis Bencana Alam Letusan Gunung Api

Date : 14-Aug-2012 ι Upload by : nathrics ι Print Print ι Comment (0)

Letusan gunung api adalah merupakan bagian dari aktivitas vulkanik yang dikenal dengan istilah "erupsi". Hampir semua kegiatan gunung api berkaitan dengan zona kegempaan aktif sebab berhubungan dengan batas lempeng. Pada batas lempeng inilah terjadi perubahan tekanan dan suhu yang sangat tinggi sehingga mampu melelehkan material sekitarnya yang merupakan cairan pijar (magma). Magma akan mengintrusi batuan atau tanah di sekitarnya melalui rekahan- rekahan mendekati permukaan bumi.

 

Setiap gunung api memiliki karakteristik tersendiri jika ditinjau dari jenis muntahan atau produk yang dihasilkannya. Akan tetapi apapun jenis produk tersebut kegiatan letusan gunung api tetap membawa bencana bagi kehidupan. Bahaya letusan gunung api memiliki resiko merusak dan mematikan.

 

Bahaya Letusan Gunung Api

Bahaya Letusan Gunung Api di bagi menjadi dua berdasarkan waktu kejadiannya, yaitu :

 

Bahaya Utama (Primer) 

  1. Awan Panas, merupakan campuran material letusan antara gas dan bebatuan (segala ukuran) terdorong ke bawah akibat densitas yang tinggi dan merupakan adonan yang jenuh menggulung secara turbulensi bagaikan gunung awan yang menyusuri lereng. Selain suhunya sangat tinggi, antara 300 - 700? Celcius, kecepatan lumpurnyapun sangat tinggi, > 70 km/jam (tergantung kemiringan lereng).
  2. Lontaran Material (pijar), terjadi ketika letusan (magmatik) berlangsung. Jauh lontarannya sangat tergantung dari besarnya energi letusan, bisa mencapai ratusan meter jauhnya. Selain suhunya tinggi (>200?C), ukuran materialnya pun besar dengan diameter > 10 cm sehingga mampu membakar sekaligus melukai, bahkan mematikan mahluk hidup. Lazim juga disebut sebagai "bom vulkanik".
  3. Hujan Abu Lebat, terjadi ketika letusan gunung api sedang berlangsung. Material yang berukuran halus (abu dan pasir halus) yang diterbangkan angin dan jatuh sebagai hujan abu dan arahnya tergantung dari arah angin. Karena ukurannya yang halus, material ini akan sangat berbahaya bagi pernafasan, mata, pencemaran air tanah, pengrusakan tumbuh-tumbuhan dan mengandung unsur-unsur kimia yang bersifat asam sehingga mampu mengakibatkan korosi terhadap seng dan mesin pesawat.
  4. Lava, merupakan magma yang mencapai permukaan, sifatnya liquid (cairan kental dan bersuhu tinggi, antara 700 - 1200?C. Karena cair, maka lava umumnya mengalir mengikuti lereng dan membakar apa saja yang dilaluinya. Bila lava sudah dingin, maka wujudnya menjadi batu (batuan beku) dan daerah yang dilaluinya akan menjadi ladang batu.
  5. Gas Racun, muncul tidak selalu didahului oleh letusan gunung api sebab gas ini dapat keluar melalui rongga-rongga ataupun rekahan-rekahan yang terdapat di daerah gunung api. Gas utama yang biasanya muncul adalah CO2, H2S, HCl, SO2, dan CO. Yang kerap menyebabkan kematian adalah gas CO2. Beberapa gunung yang memiliki karakteristik letusan gas beracun adalah Gunung Api Tangkuban Perahu, Gunung Api Dieng, Gunung Ciremai, dan Gunung Api Papandayan.
  6. Tsunami, umumnya dapat terjadi pada gunung api pulau, dimana saat letusan terjadi material-material akan memberikan energi yang besar untuk mendorong air laut ke arah pantai sehingga terjadi gelombang tsunami. Makin besar volume material letusan makin besar gelombang yang terangkat ke darat. Sebagai contoh kasus adalah letusan Gunung Krakatau tahun 1883.

 

Bahaya Ikutan (Sekunder)

Bahaya ikutan letusan gunung api adalah bahaya yang terjadi setelah proses peletusan berlangsung. Bila suatu gunung api meletus akan terjadi penumpukan material dalam berbagai ukuran di puncak dan lereng bagian atas. Pada saat musim hujan tiba, sebagian material tersebut akan terbawa oleh air hujan dan tercipta adonan lumpur turun ke lembah sebagai banjir bebatuan, banjir tersebut disebut lahar.

 

Persiapan Dalam Menghadapi Letusan Gunung Berapi

  • Mengenali daerah setempat dalam menentukan tempat yang aman untuk mengungsi.
  • Membuat perencanaan penanganan bencana.
  • Mempersiapkan pengungsian jika diperlukan.
  • Mempersiapkan kebutuhan dasar

 

Jika Terjadi Letusan Gunung Berapi

  • Hindari daerah rawan bencana seperti lereng gunung, lembah dan daerah aliran lahar.
  • Ditempat terbuka, lindungi diri dari abu letusan dan awan panas. Persiapkan diri untuk kemungkinan bencana susulan.
  • Kenakan pakaian yang bisa melindungi tubuh seperti: baju lengan panjang, celana panjang, topi dan lainnya.
  • Jangan memakai lensa kontak.
  • Pakai masker atau kain untuk menutupi mulut dan hidung
  • Saat turunnya awan panas usahakan untuk menutup wajah dengan kedua belah tangan.

 

Setelah Terjadi Letusan Gunung Berapi

  • Jauhi wilayah yang terkena hujan abu
  • Bersihkan atap dari timbunan abu. Karena beratnya, bisa merusak atau meruntuhkan atap bangunan.
  • Hindari mengendarai mobil di daerah yang terkena hujan abu sebab bisa merusak mesin

 

Mitigasi Bencana Gunung Berapi

Upaya memperkecil jumlah korban jiwa dan kerugian harta benda akibat letusan gunung berapi, tindakan yang perlu dilakukan :

  1. Pemantauan, aktivitas gunung api dipantau selama 24 jam menggunakan alat pencatat gempa (seismograf). Data harian hasil pemantauan dilaporkan ke kantor Direktorat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (DVMBG) di Bandung dengan menggunakan radio komunikasi SSB. Petugas pos pengamatan Gunung berapi menyampaikan laporan bulanan ke pemda setempat.
  2. Tanggap Darurat, tindakan yang dilakukan oleh DVMBG ketika terjadi peningkatan aktivitas gunung berapi, antara lain mengevaluasi laporan dan data, membentuk tim Tanggap Darurat, mengirimkan tim ke lokasi, melakukan pemeriksaan secara terpadu.
  3. Pemetaan, Peta Kawasan Rawan Bencana Gunung berapi dapat menjelaskan jenis dan sifat bahaya gunung berapi, daerah rawan bencana, arah penyelamatan diri, lokasi pengungsian, dan pos penanggulangan bencana.
  4. Penyelidikan gunung berapi menggunakan metoda Geologi, Geofisika, dan Geokimia. Hasil penyelidikan ditampilkan dalam bentuk buku, peta dan dokumen lainya.
  5. Sosialisasi, petugas melakukan sosialisasi kepada Pemerintah Daerah serta masyarakat terutama yang tinggal di sekitar gunung berapi. Bentuk sosialisasi dapat berupa pengiriman informasi kepada Pemda dan penyuluhan langsung kepada masyarakat.

Sumber : bnpb

Berita terkait :

- Tanggap darurat dan siaga bencana gunung api

- Menolong korban letusan gunung berapi

Baca juga :

- Tanggap darurat dan siaga bencana Indonesia

- Potensi bencana di Indonesia

Tags : Letusan Gunung Api  Gunung Api  Aktivitas Vulkanik  Tanda-tanda Gunung Meletus  Ciri Gunung Api  Erupsi Gunung Berapi  Zona Kegempaan Aktif  Batas Lempeng  Perubahan Tekanan Dan Suhu Yang Tinggi  Cairan Pijar  Magma  Lava  Karakteristik Gunung Api  Bencana Alam  Bahaya Letusan Gunung Api  Bahaya Utama Letusan Gunung Api  Bahaya Primer Gunung Api  Awan Panas  Gunung Awan  Kemiringan Lereng Gunung  Lontaran Material Pijar  Letusan Magmatic  Energi Letusan  Suhu Magma  Bom Vulkanik  Hujan Abu Lebat  Abu  Pasir Halus  Hujan Abu  Arah Angin  Air Tanah  Lava  Cairan Kental Bersuhu Tinggi  Ladang Batu  Batuan Beku  Gas Racun  CO2  H2S  HCl  SO2  CO  Gunung Api Tangkuban Perahu  Gunung Api Dieng  Gunung Ciremai  Gunung Api Papandayan  Tsunami  Gunung Api Pulau  Gelombang Tsunami  Gunung Krakatau  Bahaya Ikutan Sekunder  Bahaya Ikutan Letusan Gunung Api  Banjir Bebatuan  Banjir Lahar  Persiapan Menghadapi Letusan Gunung Berapi  Antisipasi Letusan Gunung Berapi  Daerah Rawan Bencana  Lereng Gunung  Lembah  Daerah Aliran Lahar  Abu Letusan  Bencana Susulan  Lensa Kontak  Masker  Mitigasi Bencana Gunung Berapi  Pemantauan Gunung Api  Alat Pencatat Gempa  Seismograf  Direktorat Vulkanologi Dan Mitigasi Bencana Geologi  DVMBG  Tanggap Darurat  Tim Tanggap Darurat  Pemetaan  Peta Kawasan Rawan Bencana Gunung Berapi  Bahaya Gunung Berapi  Daerah Rawan Bencana  Arah Penyelamatan Diri  Lokasi Pengungsian  Pos Penanggulangan Bencana  Penyelidikan Gunung Berapi  Metoda Geologi Geofisika Geokimia  Sosialisasi  Yayasan Kemanusiaan  Organisasi Kemanusiaan  Media Visi Transformasi  MVT Foundation  Indonesia Disaster Aid  Indonesia Disaster Relief  Pos Bantuan Bencana Gunung Meletus  
Bookmark and Share Backlink Lists | Free Backlinks

Silakan isi komentar anda di bawah ini :

Nama
Email
Komentar
Max 255 Char.
PiknikNews terbaru››  

    A PHP Error was encountered

    Severity: Notice

    Message: Undefined variable: art10

    Filename: views/artikeldetailview.php

    Line Number: 219

    A PHP Error was encountered

    Severity: Warning

    Message: Invalid argument supplied for foreach()

    Filename: views/artikeldetailview.php

    Line Number: 219